Tanwir I NA, Hadirkan Seminar dan Diskusi Serta Penanaman 1000 Mangrove

Tanwir I NA, Hadirkan Seminar dan Diskusi Serta Penanaman 1000 Mangrove

Tanwir

Surabaya – memasuki hari terakir sidang tanwir I- Nasyiatul Aisyiah, berbagai kegiatan lapangan mulai digelar. hari ini sebagai bagian dari komitmen nyata Nasyiah dalam mewujudkan advokasi terhadap perempuan dan anak, juga mendekat pada wilayah lingkungan, yakni penanaman 1.000 mangrove di pantai eco wisata. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta dari 29 provinsi. Dalam rangkaian diskusi nasyiah, yang digelar sejak hari ahad 3/11/2013 juga menghadirkan, pimpinan KPK, Busyro Muqodas, “Korupsi sekarang mengalami dinamika karena pelakunya tambah, mulai dari Elit politik pusat, daerah, cukong, calo atau makelar, calo proyek bekerjasama bershaf-shaf. sinerginya luar biasa. yang dijarah pun mengalami perkembangan salah satunya dengan mendesai kebijakan negara uang permisif terhadap potensi-potensi korupsi. bahkan putusan-putusan hakimpun perlu diwaspadai” ungkapnya dalam stadium general dengan tema “korupsi dan kualitas hidup perempuan dan anak: praktek, dampak dan pencegahan( 4 /11 / 2013).

Nasyiatul Aisyiah, mempunyai tantangan besar untuk memasukkan kadernya untuk duduk diposisi strategis agar bisa memberantas korupsi. sebagai perempuan, tunjukkan komitmen agar cita bangsa dan negara diwujudkan dengan mengemban jabatan secara amanah nir perilaku korupsi. Sementara itu, dalam sidang hasil komisi, yang terbagi atas bidang kaderisasi, kemasyarakatan, keislaman dan organisasi. mengamanatkan rekomendasi penting diantaranya secara internal adalah mensosialisasikan panduan BUANA (badan usaha amal usaha NA), tanggap bencana, dan parenting club. Serta secara eksternal adalah mengadvokasi untuk penurunan angka kematian ibu dan bayi lewat puskesmas, Posyandu dan layanan kesehatan lainnya, menyerukan kampanye advokasi pencegahan pelecehan seksual, pembenahan hukum kepada kepada pengedar NAPZA utamanya dengan mereka yang memberi target kepada perempuan dan anak-anak. Memiskinkan para koruptor dengan cara mengambil harta bendanya untuk disalurkan untuk aktivitas-aktivitas sosial.

Di akhir kegiatan, Tanwir I Nasyiatul Aisyiah ditutup oleh wakil dari kemeneg – PP yang disampaikan oleh deputi I, Pinky Saptandari, dalam sambutannya menekankan bahwa pentingnya untuk menekan angka kematian ibu, perlindungan anak pada semua kebijakan, terwujudnya kabupaten/kota yang responsif gender, berperan nya lembaga masyarakat untuk pemberdayaan anak dan perempuan, seperti salah satunya Gerakan Nasyiatul Aisyiah. Isu MDGS juga menjadi poin yang tak kalah penting, mengingat Indonesia masih mengalami ketertinggalan dalam mencapai target beberapa aspek seperti kesehatan, kemiskinan dan pendidikan. Pembedaan dalam kasus pemberian prioritas pendidikan, juga menjadi catatan penting yakni pentingnya memprioritaskan anak perempuan untuk mempunyai kesempatan untuk bersekolah setara dengan anak laki-laki agar seimbang dalam beraktivitas untuk publik. (nurlia)

Bagikan Artikel:
WhatsApp Facebook X / Twitter