Din: Nasyiah Harus Masukkan Nilai Kenabian Dalam Mengadvokasi Perempuan

<a href="http://nasyiah.or.id/nasyiahpusat/?p=521" rel="bookmark" title="Permanent Link to Din: Nasyiah Harus Masukkan Nilai Kenabian Dalam Mengadvokasi Perempuan">Din: Nasyiah Harus Masukkan Nilai Kenabian Dalam Mengadvokasi Perempuan</a>

Surabaya – Pengarusutamaan advokasi perempuan dan anak melalui pendidikan profetik menjadi salah satu tugas krusial dalam mewujudkan bangsa yang mandiri, berdaya dan penuh rahmat bagi umat.  “Profetik secara makna adalah bagaimana mewujudkan spirit nilai-nilai kenabian menjadi dasar bagi terwujudnya prikehidupan perempuan dan anak yang lebih berkualitas baik”, demikian diungkapkan Din Syamsudin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir  I, Nasyi’atul Aisyi’ah, yang dilaksanakan di aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal IV, Surabaya, Kemarin Ahad (3/11).

Din, dalam kesempatan ini kembali menambahkan masih banyaknya tugas Nasyi’atul Aisyiyah yang berguna untuk membenahi kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Ini kondisi riil, Jawa Timur juga menjadi lahan yang harus diupayakan gerakan ini untuk mengentaskan kemiskinan. Meski ini tidak mudah, tapi saya yakin Nasyiah mampu melakukan ini,” tambahnya.

Din Syamsuddin juga menyoroti terkait kader AMM yang terlibat politik praktis dan hubungan Muhammadiyah yang secara umum bersikap memisahkan diri dari kepentingan politik praktis. “Jangan ada yang murtad dari Muhammadiyah hanya dikarenakan kepentingan politik semata. Kader-kader handal Muhammadiyah harus mampu menunjukkan loyalitas tinggi dan membawa Indonesia menjadi negara yang Berkemajuan. Mari kita jadikan Muhammadiyah ini menjadi kiblat bangsa” tambahnya.

Hadir pula pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, serta beberapa pimpinan dinas di area Jawa TimurSementara Hatta Rajasa sebagai Keynote Speech, menyampaikan posisi pandangannya terkait pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun diikuti dengan kesenjangan yang tinggi. ”Ini menjadi peringatan bahwa Negara harus mampu menghadirkan pasar sosial, yakni Negara harus hadir untuk memberikan proteksi bagi industri yang lemah tidak hanya bernafas pada kepentingan liberalisasi   penting juga untuk meningkatkan harapan hidup Ibu dan anak sebagai bagian dari proses tradisi demokrasi yang berkualitas” pungkasnya.

Rangkaian acara Tanwir 1 Nasyiatul Aisyiyah, yang akan berlangsung (3-5/11/2013) ini juga sedianya hari ini Senin (4/11/2013) akan dihadiri adalah Irjen Pol Anang Iskandar, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Wakil Ketua KPK RI Dr. Busyro Muqoddas , serta kemarin malam (3/11) Dr. Hj. Latifah Iskandar (anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia-KPAI). Rangkaian acara tanwir ini sebelumnya didahului dengan Pelatihan Manajemen Organisasi, yang ditujukan untuk merevitalisasi keorganisasian nasyiah untuk lebih mengedepankan kegiatan. (dzar/mac)

Tanwir 1 Nasyiatul Aisyiyah Galakkan Program Advokasi Yang Ramah Perempuan dan Anak

IMG_0335

Surabaya – Pembukaan Tanwir 1 Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) semarak dengan hadirnya Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin serta dihadiri pula oleh ratusan peserta Nasyiah dari seluruh Pimpinan Wilayah NA se Indonesia hari Ahad Siang (3/11/2013) di lantai 3 Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Din hadir bersamaan dengan Gubernur Jawa Timur, Sukarwo berserta seluruh jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah. Hadir Pula Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan DPP IKatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiah Norma Sari, SH, M.Hum mengatakan dalam sambutannya sesuai dengan tema Tanwir I NA tahun ini yakni Pengarusutamaan Advokasi perempuan dan anak melalui pendidikan profetik, NA tengah menggalakkan program ramah anak dan perempuan. “NA adalah aktifis yang mengutamakan keluarga akan tetapi mampu melaksanakan masalah-masalah dilingkungan sosial masyarakat, dengan program ramah anak dan perempuan,  maka nantinya putri-putri nasyiah akan berkembang menjadi perempuan yang lebih kuat, bersama dengan anak-anak mereka” ujar Norma Sari yang juga Dosen Universitas Ahmad Dahlan Jogja ini.

Sementara itu Din Syamsuddin menegaskan bahwa Nasyiatul Aisyiyah yang merupakan bagian dari AMM, harus berada di garda terdepan dalam dakwah pencerahan Muhammadiyah, kaderisasi AMM harus menjadi nafas gerakan politik dakwah dan politik amar ma’ruf nahi munkar.

Din menambahkan Program ramah anak dan perempuan hendaknya dikembangkan menjadi ramah dalam artian rahmah dan marwah. “Gerakan ini dapat dimulai amal usaha pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah maupun yang dikelola Aisyiyah maupun Nasiyatul Aisyiyah. (mona/dzar)

Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah Advokasi Perempuan dan Anak Melalui Pendidikan Profetik

Tanwir

Surabaya – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah akan menggelar Sidang Tanwir I yang diselenggarakan 2 – 5 November 2013 di Kota Surabaya. Acara yang membawa tema “Pengarusutamaan Advokasi Perempuan dan Anak Melalui Pendidikan Profetik” ini akan dihadiri oleh perwakilan dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah se-Indonesia.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Diklat Dinas Pekerjaan Umum ini rencananya akan dibuka oleh Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, M.A. (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah) Ahad, (3/11/2013). Dalam acara pembukaan ini pula Din akan menyampaikan orasi kebangsaan. Tema tanwir NA tahun ini berharap kepada NA untuk semakin berperan di dalam pembinaan dan pendampingan dan pemberdayaan perempuan muda/ remaja putri yang saat ini benar-benar memerlukan perhatian dan penyelesaian atas persoalan yang mereka alami.

Dalam Tanwir kali ini akan dibahas pula tentang hal-hal yang berkaitan dengan laporan satu tahun PP Nasyiatul Aisyiyah sejak Muktamar ke XII di Bandar Lampung tahun 2012 lalu. Sebagai pendukung acara ada Pelatihan Manajemen Organisasi yang dirangkaikan dengan acara Tanwir I NA, seperti materi Cycle Manajemen, membangun Jaringan dan desain indikator monev untuk bidang-bidang garapan Nasyiatul Aisyiyah.

Sebagai acara pendukung lainnya yakni Panel Pendidikan Profetik bersama ibu Dra. Latifah Iskandar dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan PWM Jawa Timur dengan judul Implementasi Pendidikan Profetik dalam Advokasi Perempuan dan Anak. (dzar)

Bagikan Artikel:
WhatsApp Facebook X / Twitter
Artikel Sebelumnya
KPK Ajak Nasyiatul Aisyiyah Cegah Korupsi Berbasis Keluarga
Artikel Selanjutnya
Tanwir I NA, Hadirkan Seminar dan Diskusi Serta Penanaman 1000 Mangrove