Nasyiatul Aisyiyah Fokus Pada Dakwah Pencerahan Perempuan dan Anak

Jakarta – Nasyiatul Aisyiyah menyelenggarakan Rapat Pleno Pimpinan ke –V pada Sabtu (24/08) hingga Minggu (25/08). Berbagai topik persoalan perempuan akan dibahas oleh organisasi sayap perempuan Muhammadiyah ini, mulai dari persoalan keagamaan, pendidikan hingga upaya advokasi perempuan dan anak.

“Tema besar yang akan dikembangkan pada pleno kali ini adalah mengenai gerakan pencerahan. Dakwah yang dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah harus selalu berupaya menjadikan perempuan untuk lebih maju, unggul dan lebih beradab. Karena di dalamnya ada nilai-nilai pembebasan, pemberdayaan, dan memajukan kehidupan” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Norma Sari, dalam pengantar rapat pleno di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.

Norma Sari juga menyoroti persoalan hak pendidikan anak yang perlu digarap lebih serius oleh Nasyiatul Aisyah. “Tema dakwah pencerahan itu tidak bisa dilepaskan dari persoalan anak. Memaksimalkan keberadaan cabang dan ranting sebagai pilar gerakan Nasyiah dalam menyiapkan pendidikan dasar bagi anak baik berupa pengajian/TPA maupun PAUD menjadi salah satu subyek penting untuk dilakukan. Dan sudah menjadi tradisi di Nasyiatul Aisyiyah bahwa pendidikan dasar bagi anak menjadi sebuah kebutuhan khusus untuk menyiapkan mereka menjadi generasi penerus yang lebih baik” ujarnya.

Selain persoalan pendidikan anak, tantangan lain yang dihadapi oleh Nasyiatul Aisyiyah adalah perlunya merespon secara cepat isu-isu mengenai perempuan yang berkembang sekarang. Memperkuat kajian-kajian untuk merumuskan kembali problemakKekerasan perempuan yang akarnya adalah dunia yang tidak ramah terhadap perempuan dan anak itu sendiri, yaitu budaya patriakhi, menjadi mutlak dilakukan. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi keberadaan dan peran Nasyiatul Aisyiyah.

Peemberdayaan ekonomi perempuan juga menjadi tema yang dipersiapkan oleh Nasyiatul Aisyiyah. “Perempuan itu bisa berdaya ketika dia tidak memiliki ketergantungan ekonomi, dan Nasyiatul Aisyiyah siap bermitra dengan pihak-pihak yang sejalan, baik dengan amal usaha Muhammadiyah dan berbagai kementerian untuk penguatan kemandirian ekonomi bagi pencerahan kehidupan perempuan” jelas Norma Sari yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, sambil menutup paparannya. (orien)

Bagikan Artikel:
WhatsApp Facebook X / Twitter