Menteri PPPA Ajak Nasyiatul Aisyiyah Perkuat Pondasi Agama dan Akhlak Generasi Bangsa

NASYIAH.OR.ID, SERANG — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, menyampaikan keynote speech penuh makna dalam penutupan Sidang Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Serang, Banten.
Dalam arahannya di hadapan ratusan pimpinan dan kader Nasyiatul Aisyiyah dari 34 provinsi se-Indonesia, Menteri PPPA menegaskan bahwa perempuan muda memegang peranan sentral sebagai benteng pertahanan pertama dalam membina akhlak, moral, dan spiritual generasi penerus bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi digital yang menghadapkan anak-anak pada paparan informasi tanpa batas, penanaman nilai-nilai keagamaan yang inklusif, damai, dan kokoh menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditawar.
“Keluarga adalah madrasah pertama dan utama. Perempuan muda, khususnya kader Nasyiatul Aisyiyah, memiliki kapasitas intelektual dan keteladanan akhlak untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, berdaya, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan fisik maupun psikologis,” ujar Arifatul Choiri Fauzi.
Menteri PPPA juga mengapresiasi berbagai inisiatif konkret Nasyiatul Aisyiyah yang telah lama mengakar di masyarakat, seperti Pos Pelayanan Remaja Sehat (PASHMINA) dan advokasi perlindungan perempuan di tingkat desa. Kementerian PPPA berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Nasyiatul Aisyiyah dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting, pencegahan pernikahan usia anak, serta pemberdayaan ekonomi keluarga muda berbasis komunitas.
Penutupan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah ini diakhiri dengan perumusan manifesto kebijakan kebangsaan Nasyiah untuk terus berkhidmat mewujudkan perempuan muda berkemajuan demi Indonesia yang adil dan bermartabat.