Judul di atas adalah meminjam judul sebuah film layar lebar produksi anak bangsa yang pernah diproduksi. Cerita dalam film itu tak semenakutkan judulnya. Begitu melihatnya maka kita akan tertawa terbahak-bahak. Film itu adalah film komedi yang menuturkan pelajaran hidup kepada penonton tanpa terkesan menggurui.
Judul di atas adalah meminjam judul sebuah film layar lebar produksi anak bangsa yang pernah diproduksi. Cerita dalam film itu tak semenakutkan judulnya. Begitu melihatnya maka kita akan tertawa terbahak-bahak. Film itu adalah film komedi yang menuturkan pelajaran hidup kepada penonton tanpa terkesan menggurui.
Salah satu tokoh dalam film itu adalah bapaknya Fandy, tokoh utama film, yang sukses di dalam kehidupannya tetapi tidak mengenal agama. Dalam dialog bapaknya Fandy yang agak menyentil adalah, “Kita sudah berbuat baik, yang penting kita tidak korupsi”. Meski tidak korupsi toh dia takut juga pada kiamat. Segera dia rajin mencari buku-buku agama dan mempelajarinya.
Bagi tokoh itu korupsi adalah perbuatan yang tidak terpuji dan merugikan orang lain. Bagi beberapa orang, melakukan korupsi adalah dosa besar. Sebagian lagi menganggapnya bukan sesuatu yang besar, yang penting nikmat di dunia yang lainnya tak peduli. Tetapi ada pula yang ragu-ragu ketika melakukan perbuatan itu. Kelompok yang terakhir ini biasanya melakukan korupsi tetapi masih beragama, karena takut dosa volume korupsinya tidak terlalu ‘besar’.
Pada akhir film “Kiamat Sudah Dekat”, semua pemain berkumpul dalam sebuah acara pernikahan pemain utama. Saat itu ibu pemain utama menegur seorang koleganya agar cepat membayar utang karena kiamat sudah dekat. Bahkan pak haji pun diingatkan cepat kawin karena kiamat sudah dekat.
Barangkali judul film itu mengingatkan kita semua bahwa pada akhirnya kita semua akan meninggal. Apapun yang kita perbuat di dunia ini akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Sekecil apapun perbuatan kita akan diperhitungkan oleh Tuhan. Entah itu kebaikan mapun keburukan kita. Tetapi itu hanya berlaku bagi orang-orang percaya bahwa pada etika dan moral serta perhitungan Tuhan. Akankah para Koruptor itu ingat itu semua. Akankah mereka berbuat seperti itu karena menganggap kiamat masih begitu jauh.
Pada akhirnya film itu memang mengingatkan pada kita semua bahwa apapun yang kita cari di dunia ini tidak akan menyertai kita ketika menghadap tuhan, hanya amalan dan perbuatan kita yang menyertai kita. Harta benda dan serupanya tidak akan kita bawa ketika kita mati. Memang kiamat sudah semakin dekat, karena itu kita perlu persiapan, berbekal perilaku yang baik. Meski film ini tidak setenar film-film sebelumnya, setidaknya dia telah mengingatkan kita bahwa kiamat sudah dekat.
Ditulis oleh Siti Rusdiyati
Bendahara PPNA
