Semarak Musda PDNA Kota Yogyakarta ‘Seminar Save Remaja Djogja, Generasi Istimewa’

Ahad (24/2/2013), PDNA Kota Yogyakarta mengadakan Seminar Kesehatan Reproduksi. Acara yang diberi tajuk ‘Seminar Save Remaja Djogja, Generasi Istimewa’ ini diadakan di Aula STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan peserta berasal dari Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah di Kota Yogyakarta serta peserta dari komunitas lain.

Ketua Panitia Semarak Pra Musda PDNA Kota Yogyakarta, Wening Kirana Murti menyebutkan, ‘Seminar Save Remaja ini merupakan acara puncak dari Semarak Pra Musda PDNA Kota Yogyakarta. Sebelumnya juga sudah diadakan berbagai rangkaian acara seperti Kampanye Save Remaja Jogja dan Liga Laga Nasyiah’. Dalam acara ini juga dilakukan pengumuman pemenang lomba-lomba sebelumnya.

Hadir dalam acara ini sebagai Keynote Speech yaitu drg. Tuti Setiowati, MM yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Beliau menyampaikan bahwa permasalahan kespro remaja di Kota Yogyakarta ini seperti fenomena gunung es, oleh karena itu Dinkes mengajak semua komunitas yang ada di Kota Yogyakarta termasuk PDNA Kota Yogyakarta untuk bersama-sama mengatasi permasalahan ini. Lebih lanjut banyak program yang bisa diinisiasi antara PDNA Kota Yogyakarta dengan Dinkes seperti Posyandu Remaja.

Narasumber lain yang hadir adalah Drs. Edi Heri Suasana, M.Pd. yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Disini beliau menyampaikan bahwa pendidikan kespro harus ditanamkan sejak dini yang harus sejalan dengan usia dan perkembangan anak sehingga pemahaman yang didapat anak tidak menyimpang dari apa yang diharapkan.

Hadir pula Dr. dr. Sagiran, Sp. B, M.Kes yang merupakan praktisi kesehatan juga sebagai dosen di FKIK UMY. Beliau menyampaikan materi Kespro dalam Konteks Kesehatan dan Islam. Menurut beliau permasalahan kespro timbul dari pola pergaulan remaja, oleh karena itu orang tua perlu melakukan pengawasan terhadap kelompok pergaulan anaknya serta senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan.

‘Semoga dengan acara ini dapat menjadi sumbangsih PDNA Kota Yogyakarta dalam advokasi serta kesehatan sehingga terwujud kota Yogyakarta yang ramah perempuan dan anak’, tuup Wening Kirana Murti.(y.mi)

Bagikan Artikel:
WhatsApp Facebook X / Twitter