Terpilih Secara Musyawarah Mufakat, Monica Subastia Resmi Pimpin PPNA Periode 2026-2030

NASYIAH.OR.ID, SURAKARTA — Puncak perhelatan akbar Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Surakarta resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) Periode 2026–2030 secara musyawarah mufakat, didampingi oleh Rinrin Marlia Azhary sebagai Sekretaris Umum.
Penetapan pucuk pimpinan tertinggi organisasi otonom putri Muhammadiyah ini diputuskan melalui rapat musyawarah tertutup yang melibatkan 13 formatur terpilih. Ketiga belas formatur tersebut sebelumnya telah memperoleh mandat suara terbanyak dari ratusan muktamirat dan utusan resmi Pimpinan Wilayah (PWNA) serta Pimpinan Daerah (PDNA) dari 34 provinsi se-Indonesia dalam pemilihan berbasis pemungutan suara elektronik (e-voting).
Begitu keputusan musyawarah formatur dibacakan di hadapan Sidang Pleno Muktamar, gemuruh takbir dan rasa haru membahana di seluruh ruangan persidangan. Terpilihnya Monica Subastia menandai babak baru kepemimpinan perempuan muda Muhammadiyah yang adaptif, transformatif, dan berdaya saing global.
Dalam pidato perdananya (khutbah iftitah) sebagai Ketua Umum terpilih, Monica Subastia menyampaikan komitmen mendalam untuk menjaga amanah kepemimpinan secara kolektif kolegial. Ia menguraikan empat pilar strategis gerakan Nasyiah untuk masa bakti 2026–2030:
- Penguatan Kemandirian Finansial Kader: Mengakselerasi ekosistem Badan Usaha Amal Nasyiatul Aisyiyah (BUANA) dan Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) agar kader di tingkat ranting dan cabang memiliki kemandirian ekonomi yang tangguh dan berdaya saing tinggi.
- Transformasi Dakwah Digital Keputrian: Memperluas jangkauan syiar Islam berkemajuan yang ramah generasi Z dan milenial melalui konten multimedia kreatif, literasi digital, dan platform edukasi interaktif.
- Advokasi Perlindungan Perempuan dan Anak: Memperluas pos layanan terpadu Posyandu Remaja PASHMINA untuk percepatan pencegahan stunting dari hulu, pengawalan kebijakan ramah anak, serta pendampingan hukum korban kekerasan seksual dan perkawinan usia dini.
- Internasionalisasi Peran Kader: Membangun jejaring kemitraan global dengan organisasi kepemudaan dan perempuan internasional dalam isu perdamaian, keadilan sosial, dan mitigasi krisis iklim melalui inisiatif Eco Bhinneka.
“Amanah kepemimpinan ini bukan kemuliaan personal, melainkan tanggung jawab moral, sosial, dan sejarah yang wajib kita pikul bersama. Dengan soliditas dan kebersamaan seluruh kader dari Sabang sampai Merauke, Nasyiatul Aisyiyah akan terus melangkah maju menjadi pelopor kebaikan dan menebarkan kebermanfaatan nyata bagi semesta,” tegas Monica dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan panjang.
Sementara itu, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2022–2026 demisioner, Ariati Dina Puspitasari, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pimpinan, panitia pelaksana, dan para muktamirat. Ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian persidangan dan menitipkan estafet kepemimpinan kepada jajaran formatur baru untuk membawa Nasyiah semakin berkibar.
Rangkaian Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta ditutup secara resmi oleh jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, diiringi doa bersama untuk keselamatan, persatuan, dan kemajuan peradaban bangsa Indonesia.